ARTIKEL
REFLEKSI
LITERASI
dengan memanfaatkan Aset sekolah
PGP-1-Kabupaten
Aceh Utara-Sarwati-Aksi Nyata Paket Modul 3.3
Latar belakang
Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan
seseorang dalam membaca dan menulis. Penguasaan literasi merupakan indikator
penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan.
Penanaman literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama
dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya.budaya literasi bermanfaat
dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek kemajuan sumber daya manusia
(SDM).
Budaya
membaca siswa SD Negeri 3 Nisam Antara masih tergolong rendah,hal ini
dapat dilihat dari aktivitas siswa pada waktu luang. Siswa lebih suka bermain
daripada menyempatkan untuk membaca buku. Alasannya karena membaca merupakan
kegiatan yang membosankan. Siswa mengatakan lebih senang bermain bersama
teman-temannya dari pada untuk membaca buku pada waktu luang, walaupun banyak
Aset yang tersedia tapi belum terlaksana semaksimal mungkin.
Oleh karena itu calon guru penggerak membuat
ide baru berupa program LITERASI dengan memanfaatkan Aset sekolah,Dalam program
yang ingin dijalankan yaitu meningkatkan literasi dengan memamfaatkan Aset
sekolah. kegiatan ini akan dilakukan dengan mengidentifikasi modal manusia dan
modal fisik yaitu ruang bengkel baca yang ada diruang pustaka dan juga keterlibatan guru yang bertugas
dibengkel untuk membimbing siswa membaca dasar merangkai kata sampai pada kalimat.
Deskripsi
Aksi nyata
Istilah literasi dalam bahasa Latin disebut sebagai literatus, yang
berarti orang yang belajar. Secara garis besar, literasi sendiri ialah istilah
umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca,
menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari
Program Literasi didasari terlebih
dahulu dengan membaca. Kemampuan membaca dasar sangat dituntut, yaitu membaca
dimulai dari merangkai huruf kemudian kata sampai pada kalimat. Rencana
kami kegiatan ini akan dilakukan dengan mengidentifikasi Modal Manusia, Modal
Fisik yaitu Perpustakaan dan Modal Finansial yang dimiliki sekolah.
Keterlibatan Guru bengkel membimbing membaca dasar dikelas bengkel. Keterlibatan.
Wali Kelas membiasakan menulis tanggapan , ringkasan atau kesimpulan setiap
Mapel agar murid terbiasa mengungkapkan ide dalam bentuk tulisan dan kemudian
di presentasi.
Manfaat dan tujuan literasi yaitu
melalui literasi siswa tidak hanya mendapatkan informasi yang dibutuhkan akan
tetapi dapat memudahkan memahami semua mata pelajaran dan meningkatkan
kemampuan kognitif dan psikomotornya serta memperluas pengalamannya. dengan
literasi siswa akan lebih mengerti
bagaimana lingkungannya dan jug cara bersosialisasi dengan orang lain serta
akan mengetahui berbagai permasalahan yang muncul dilingkungan sekitar.
C. Hasil dari aksi nyata
Hasil
pada proses ini sudah sangat terlihat apalagi dengan adanya Gerakan literasi
sekolah (GLS) yang sudah pernah kami lakukan pada aksi nyata 1.1 dan masih
berlanjut sampai sekarang tujuanya untuk
penumbuhan budi pekerti. Salah satu kegiatannya adalah membaca sekitar
10 hingga 15 menit ketika hendak memulai pembelajaran. Gerakan literasi ini
sangat penting, karena dengan hal ini budaya membaca dan menulis akan semakin
tumbuh. Selain itu, gerakan literasi sekolah ini diharapkan juga dapat memberi
motivasi kepada peserta didik yang belum bisa membaca menjadi bisa membaca, dan
yang sudah lancar membaca termotivasi untuk aktif membaca sehingga kegemaran
dan minat bacanya meningkat. Ditambah lagi dengan pemamfaatan pohon pohon
rindang sehingga membuat pikiran siswa
terbuka, senang dan bahagia, demikian juga peran guru bengkel yang mengajak
mereka berkunjung keperpustakaan dan membagikan buku buku cerita yang menarik untuk dibaca
siswa sehingga perpustakaan ramai dan
riuh dipenuhi dengan siswa yang sangat antusias dalam membaca dan meningkatnya
pemahaman siswa terhadap bacaan
2. Feelings ( Perasaan )
Alhamdulillah saya merasa senang dan bersemangat walaupun bercampur lelah yang hal ini adalah hal yang lumrah dirasakan dalam membimbing siswa yang belum bisa membaca dan harus
memulai pengenalan huruf , merangkai
kata sampai dengan kalimat namun beban terasa berkurang karena dibantu oleh
guru bengkel dan motivasi dari kawan sejawat yang selalu memberi semangat dalam
melaksanakan aksi nyata.
Setelah saya melakukan aksi nyata
saya merasa begitu puas, karena minat belajar membaca dari siswa meningkat dari
sebelumnya dan mereka sangat antusias, karena dari jiwa siswa sendiri mereka
ingin agar bisa lebih lancar membaca seperti teman sekelas lainnya, sehingga dengan
bimbingan guru bengkel yg agak teramat tegas dapat mendukung terlaksananya aksi nyata yang saya
rencanakan. Siswapun tidak lalai dalam
belajar walau tanpa ada guru wali kelasnya, dan bagi wali kelas merasa dengan
adanya guru bengkel sedikit meringankan tanggung jawab dalam hal membaca.
Finding ( Pembelajaran )
Pembelajaran yang di dapat dari
pelaksanaan kegiatan Literasi dengan memamfaatkan asset-aset yg ada pada
lingkungan sekolah seperti pustaka, Ruang Bengkel dan Pohon-pohon Rindang
adalah Siswa Lebih merasa senang dan nyaman karena selama ini mereka hanya belajar diruang kelas saja , yg pada umumnya
siswa saat belajar di kelas merasa jenuh dan bosan, sehingga dengan memamfaatkan
asset sekolah memicu semangat dari siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar,
sehingga tanpa paksaan dari guru siswa dengan sendirinya ingin belajar. guru
hanya menjadi fasilitator sesekali menegur siswa agar tidak menggangu temannya
saat belajar.
4. Future ( Penerapan Ke depan )
Kedepannya Saya akan berkoordinasi dengan dewan guru dan rekan sejawat untuk mempertahankan penerapan literasi dengan memamfaatkan asset sekolah seperti perpustakaan pohon pohon rindang dan ruang bengkel untuk dijadikan membaca dasar bagi siswa yang belum bisa membaca dan saya akan menerapkan kegiatan literasi ini mulai di kelas 4,5,dan 6.
sekian dan terima kasih


























