Rabu, 05 Mei 2021

 


Mei 5,2021


3.2.a.7 Demonstrasi Kontekstual-Pemimpin Dalam

 Pengelolaan Sumber Daya



Oleh:
Sarwati,S.Pd 



PENGELOLAAN SUMBER DAYA  SEKOLAH

Aset yang dimiliki sekolah baik itu unsur biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (Unsur yang tak hidup) jika diibaratkan adalah sebagai sebuah ekositem dimana kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis, faktor biotik di sekolah meliputi: Murid, Kepala Sekolah, Guru,Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat sekitar sekolah. Disini peran Guru sangat besar dalam memimpin pengelolaan sumber daya sekolah, tugas yang selama ini kita kenal dengan mendidik dan mengajar ternyata tidaklah cukup dalam mengembangkan dan memanfaatkan seluruh aset yang ada disekolah, guru harus ikut serta dalam perencanaan program-program disekolah dengan berbasis Aset agar dalam pengelolaanya nanti dapat bermanfaat secara maksimal dalam pencapaian tujuan sekolah, dalam sebuah komunitas belajar, kerja sama dan saling mendukung sangat berpengaruh bagi kemajuan pendidikan. Diharapkan dengan berbagai macam ragam Aset yang dimiliki oleh sekolah semua pihak yang terlibat baik itu guru sebagai pemimpin pengelolaan sumber daya sekolah,  kepala sekolah, murid, staf dan pihak-pihak lainnya dapat bekerja sama dengan baik dan harmonis.

PENDEKATAN BERBASIS ASET YANG DIMILIKI

Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri.  Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.

Selama ini pendekatan yang sering digunakan yaitu Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking)  yang  memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja.  Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif.  Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih.  Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar. 

 Oleh karena itu pendekatan berbasi Aset ini diharapkan dapat merobah cara pandang kita terutama guru dalam merancang suatu kegiatan atau pembejaran agar tidak melihat sisi kelemahannya saja tetapi kita bisa melihat kekuatan apa yang kita miliki dan Aset apa yang dapat mendukung kita, sehingga Aset-Aset yang berada di sekitar kita tidak hanya menjadi sebuah pajangan atau pemandangan saja tetapi juga dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk tujuan kemajuan pendidikan sekolah yang lebih baik di masa depan.

PEMETAAN 7 KELOMPOK ASET SD NEGERI 3 NISAM ANTARA

1.MODAL MANUSIA
        Guru ( guru pada umumnya memiliki kualifikasi ijazah S 1 serta mampu menggunakan IT)

               (guru SD N 3 Nisam Antara )

  Murid ( murid yang bersemangat, kreatif dan multitalent)


(Murid juara KSN dan peserta pianika)

pengawas sekolah / tokoh Agama/ Masyarakat
 

(Menghadiri rapat dengan tokoh agama & masyarakat / kunjungan rutin pengawas sekolah)

2. MODAL SOSIAL

Modal sosial berasas kebersamaan dan kekeluargaan, dengan cara menjalin silaturahmi dan saling mengunjungi ketika terkena musibah tidak hanya dalam lingkup sekolah tetapi juga dalam lingkungan masayarakat. dan KKG sekolah yang di adakan setiap hari selasa.


(KKG sekolah)


(Menghadiri acara kenduri dalam masyarakat/ berkunjung ke rumah rekan sejawat yang terkena musibah)

3. MODAL FISIK
  • Memiliki ruangan belajar yang memadai
  • memiliki perpustakaan sekolah
  • memiliki ruang UKS
  • memiliki Alat peraga pembelajaran
  • memiliki lapangan yang luas
  • memiliki Alat musik
  • memiliki sarana PROKES
( lapangan dan ruang ruang kelas yang memadai)



(ruang perpustakaan dan ruang dewan guru )



(Salah satu jenis alat musik yang dimanfaatkan/ sarana prokes yang memadai)


4. MODAL LINGKUNGAN
  • Lahan kosong yang produktif
  • Lalu lintas yang mudah
  • Dekat dengan Pasar, tempat wisata, pekebunan, dan perternakan  

pasar rakyat 



5. MODAL FINANSIAL
 ( Dana BOS)

6. MODAL POLITIK
( Membangun hubungan kerja sama dengan PLN, Koramil, Pos Polisi, Puskemas, Kantor Camat, 


(Koramil /Pos Polisi)




(Puskesmas/ Kantor Camat)

7. MODAL AGAMA DAN BUDAYA 

(Memiliki gruop zikir Maulid, memiliki qori, dalam ruang lingkup dayah dan mesjid )

Mesjid



                                                   Dayah


TERIMA KASIH




























 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 3.3 SARWATI

  ARTIKEL REFLEKSI LITERASI dengan memanfaatkan Aset sekolah PGP-1-Kabupaten Aceh Utara-Sarwati-Aksi Nyata Paket Modul 3.3 Latar belakan...